Hari Ayah Sedunia

Setiap tanggal 12 November, Indonesia memperingati dua hari penting yakni Hari Ayah Nasional dan Hari Kesehatan Nasional. Secara internasional, Hari Ayah dirayakan di tanggal yang berbeda di setiap negara. Dikutip dari Al Jazeera, di Kanada, Inggris Raya, dan Amerika Serikat dirayakan pada Minggu ketiga bulan Juni. Di Jerman, Hari Ayah diperingati 40 hari setelah Paskah, sedangkan Australia dan Selandia Baru merayakannya pada hari pertama bulan September. Rusia melanjutkan tradisi Soviet dalam merayakan “Man’s Day” pada Defender of the Fatherland Day yang jatuh pada 23 Februari. Di Thailand, Hari Ayah jatuh pada tanggal 5 Desember – ulang tahun mendiang Raja Bhumibol, yang dianggap sebagai bapak bangsa. Cina merayakan Hari Ayah pada 8 Agustus – hari kedelapan dari bulan kedelapan – karena kata kedelapan dalam bahasa China adalah “ba” dan istilah untuk ayah adalah “ba-ba”. Sementara hari kesehatan sedunia dirayakan pada 7 April. Namun tahun ini, peringatan Hari Ayah dan Hari Kesehatan Nasional di Indonesia akan terasa berbeda karena dirayakan di tengah pandemi COVID-19. Sejarah Hari Ayah di Indonesia Menurut Sumenepkab.go.id, Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP) mendeklarasikan Hari Bapak Nasional bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional, pada Minggu (12/11/2006). Deklarasi Hari Bapak ini digelar di Pendapi Gede Balaikota Solo yang dihadiri ratusan orang dari berbagai kelompok masyarakat. Deklarasi serupa juga digelar pada saat yang sama oleh beberapa anggota PPIP lainnya di Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur. Menurut Ketua PPIP Gress Raja, gagasan dideklarasikannya Hari Bapak karena bapak sebagai bagian dari keluarga juga memegang peran sangat penting dalam pembentukan karakter keluarga. Sebelum pembacaan deklarasi Hari Bapak, beberapa pemenang Sayembara Nasional Menulis Surat untuk Ayah membacakan surat mereka. Ada 100 surat yang dipilih panitia independen untuk kemudian dibukukan dengan judul Kenangan Buat Ayah, 100 Surat Anak Nusantara. Isi surat sangat beragam, mulai dari pujian, rasa membutuhkan, hingga nada kritis mempertanyakan fungsi bapak sebagai kepala keluarga yang tidak berjalan baik. Usai deklarasi dilakukan acara sungkeman kepada bapak yang membuat banyak hadirin menitikkan air mata. Wakil Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo yang mewakili Pemkot Solo mengatakan, dengan adanya Hari Bapak diharapkan dapat mengingatkan peran utama bapak serta mencegahnya melakukan sepak terjang yang tidak sesuai dengan norma masyarakat. Usai deklarasi, dengan iringan liong, drumband sekolah dasar, penari dari ISI Surakarta, rombongan peserta deklarasi berjalan menuju Kantor Pos yang jaraknya hanya dua ratus meter. Tujuannya untuk mengirimkan piagam deklarasi Hari Bapak dan buku Kenangan Buat Ayah kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono serta bupati di empat penjuru Indonesia, yakni di Sabang, Merauke, Sangir Talaud, dan Pulau Rote.